Menyediakan bibit tanaman ganitri/jenitri/rudraksha, gaharu, dll dengan harga bersaing, hormon giberelin, dan obat-obatan pertanian. hub. Adi Yuwono 081469701679 (no SMS)

Pupuk Provita K (10-20-50) dan Provita N (60-10-10)

Pupuk Provita K

Pupuk Provita K adalah pupuk pelangkap berbentuk serbuk berwarna merah dengan kandungan kalium extra kemasan 500gr.

Manfaat Pupuk Provita K:

- Mempercepat/merangsang terjadinya pembungaan.
- Memperlebat buah
- Mencegah kerontokan bunga dan buah
- Mencegah pecah buah khususnya pada semangka dan cabai
- Menambah rasa manis

Keunggulan Pupuk Provita K:

- Merupakan pupuk komplek yang mengandung unsur hara mikro dan makro yang seimbang yang dirancang khusus untuk pertumbuhan bunga dan buah.
- Mengandung unsur Kalium Solube bebas clorin sehingga tidak menyebabkan keasaman tanah.
- Merupakan pupuk yang 100% larut dalam air sehingga mudah diserap Tanaman.
- mampu memulihkan kondisi tanaman yang stres karena gangguan cuaca seperti kekeringan atau kelebihan air.
- Mampu meningkatkan kualitas buah.

Komposisi:

- N 10%
- P 20%
- K 50%
- Mg 0,5%
- Fe 0,1%
- Mn 0,1%
- Zn 0,001%

Dosis:

- Sayuran : 2gr/l, interval 7 hari sekali (disemprot)
- Tanaman Hias : 2gr/l, interval 7 hari sekali (disemprot).
- Tanaman Buah : 3gr/l, interval 7 hari sekali (dikocor).
- Ganitri: 5gr/l, interval 7 hari sekali (dikocor).


Pupuk Provita N

Pupuk Provita N adalah pupuk pelangkap berbentuk serbuk berwarna hijau dengan kandungan Nitrogen extra kemasan 500gr.

Manfaat Pupuk Provita N:

- Merangsang pertumbuhan akar, batang dan daun.
- Menghemat pemakaian pupuk dasar.
- membantu memulihkan kesehatan tanaman karena kekurangan Nitrogen.

Keunggulan Pupuk Provita N:

- Merupakan pupuk konsentrat yang mengandung unsur hara makro dan mikro yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman.
- Mempercepat pemulihan keadaan tanaman yang terkena gangguan cuaca seperti kekeringan atau kelebihan air.
- Meningkatkan pertumbuhan akar dan tunas baru.
- mampu meningkatkan produksi dan kualitas buah.

Komposisi:

- N 60%
- P 10%
- K 10%
- Mg 0,5%
- Fe 0,1%
- Mn 0,01%
- Zn 0,001%

Dosis:

- Sayuran : 2gr/l, interval 7 hari sekali (disemprot).
- Tanaman Hias : 2gr/l, interval 7 hari sekali (disemprot).
- Tanaman Buah : 5gr/l, interval 7 hari sekali (dikocor).
- Ganitri: 5gr/l, interval 7 hari sekali (dikocor).

* untuk hasil maksimal dianjurkan menggunakan cairan Perekat yang bisa membantu meratakan larutan di daun dan mempercepat unsur hara menembus jaringan daun.

Harga eceran Rp.25.000,-.
Untuk harga distributor silahkan hubungi kami: 081469701679 (no SMS)






Read more....

Budidaya Cabai

Pendahuluan

Cabai (Capsicum annum) merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, karena komoditas ini dikonsumsi setiap harinya.
Cabai termasuk dalam suku Selanaceae dan merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi.

Syarat Tumbuh

Untuk memperoleh harga tinggi, penanaman cabai dapat dilakukan pada bulan oktober dan panen pada bulan desember, walaupun ada resiko kegagalan. Untuk areal satu hektar dibutuhkan sekitar 2-3 kg cabai (300-500 gr biji).
Tanaman cabai cocok ditanam pada tanah yang kaya humus, gembur dan subur serta tidak tergenang air. Ph tanah yang ideal sekitar 5-7. Waktu tanam yang baik untuk lahan kering adalah pada akhir musim hujan. Namun jika ingin menanam cabai sebaiknya dilakukan saat musim hujan dan pada lahan kering (tegalan) dengan sistem double row.

Iklim
Curah hujan yang ideal untuk budidaya cabai adalah antara 1.500-2.500 mm/tahun. Hujan yang terlalu keras akan mengakibatkan bunga cabai rontok dan bunga tidak terserbuki oleh lebah. Air hujan yang menggenang juga akan menyulitkan pernafasan tanaman.
Untuk pembungaan yang normal, cabai memerlukan inetensitas cahaya yang cukup banyak. Apabila ternaungi, pertumbuhan tanaman akan terhambat dengan ciri-ciri: pertumbuhan meninggi, daun lemas, batang berair, bunga yang dihasilkan sedikit, umur panen lebih lama, kualitas dan kuantitas produksi sangat berkurang.
Lama penyinaran (fotoperiodisitas) yang dibutuhkan tanamancabai antara 10-12 jam penyinaran sehari.

Media Tanam
- Jenis tanah yang sesuai adalah andosol yang berwarna gelap (menunjukan kaya bahan organik) sampai tanah latosol, regosol, ultisol, hingga grumusol. Tanah yang paling sesuai adalah tanah dengan struktur remah, gembur, tidak terlalu liat dan tidak terlalu porous serta kaya bahan organik.
- Derajat keasaman (pH) tanah yang sesuai untuk budidaya cabai berkisar antara 5,5-6-8 dengan pH optimum 6,0-6,5. Pada umumnya tanah di Indonesia ber-pH rendah (asam), yaitu berkisar 4,0-5,5 sehingga tanah ber-pH 6,0-6,5 seringkali dikatakan cukup netral meskipun sebenarnya masih agak masam.
- Air merupakan unsur vital bagi keberhasilan bertanam cabai. Air berfungsi sebagai pelarut unsur hara yang terdapat di dalam tanah, serta media pengangkut unsur hara tersebut ke organ tanaman, serta pengisi cairan tubuh tanaman. Peranan air sangat penting dalam proses fotosintesis tanaman dan proses pernafasan (respirasi). Kekurangan air akan menyebabkan tanaman kurus, kerdil, layu an akhirnya mati. Air yang diperlukan tanaman berasal dari mata air yang bersih.
- Kelerengan lahan untuk tanaman cabai adalah antara 0-10 derajat. Cabai cocok ditanam pada tanah yang datar.

Persemaian

Untuk menyemai cabai sebaiknya benih direndam dengan air panas berkisar 45-50 derajat celcius selama 2 jam. Untuk 1 hektar lahan yang berisi 25-35 ribu tanaman, cukup disemai 250-500 gram biji cabai tergantung daya tumbuhnya.
Bedengan persemaian dibuat arah utara-selatan menghadap ke timur dengan atap rumbia jerami kering yang mudah dipasang/dilepas. Sebagai media semai, sebaiknya tanah lapisan bawah dicampur dengan pupuk kandang/kompos matang yang telah disaring.

Pedoman Teknis Budidaya

Pembibitan
Bibit ditanam di lahan setelah berumur 15-24 hari. Dalam pemindahan ini perlu diperhatikan waktu dan pemindahan bibit. Pada malam hari sebelum penanaman bibit, saluran irigasi dibuka dan bedengan digenangi air sampai setinggi batas plastik mulsa atau kira-kira 30-40cm dari dasar parit. Tujuan penggenangan agar bibit yang baru ditanam lebih mudah beradaptasi dilapangan. Pagi harinya, tinggia air dikurangi hingga setengahnya untuk keperluan penyiraman pada saat penanaman. Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau saat udara sejuk, tidak terlalu panas. pada saat panas terik penanaman dihentikan, kemudian dilanjutkan pada sore hari.

Pengolahan Media Tanam

-Persiapan
Lokasi penanaman dipilih berdasarkan kriteria sebagai berikut: strategis, dekat dengan sumber mata air, lokasi sebaiknya jauh dari polusi udara, dan jauh dari penanaman cabai lain atau tanaman sefamili. Pengukuran pH tanah perlu dilakukan dengan menggunakan pH meter.

-Pembentukan Bedengan
Bedengan dibuat pada saat lahan sudah 70% dari tahap penyelesaian. Penyelesaian pembuatannya dilakukan bersamaan dengan penutupan mulsa PHP. Bedengan-bedengan dibuat dengan ukuran: panjang 10-12 m, lebar 110-120 cm, tinggi 30-40 cm (musim kemarau) dan 50-70 cm (musim hujan), dan lebar parit 50-55 cm (musim kemarau) dan 60-70 cm (musim hujan). Panjang bedengan sebaiknya tidak lebih dari 12 m, tujuannya untuk mempermudah pemeliharaan tanaman. Untuk memudahkan maka dapat dibuat plot-plot dengan tali.

- Pengapuran
Untuk menaikan pH tanah dilakukan pengapuran. Jenis kapur yang digunakan adalah kapur kalsit/kaptan (CaCO3) dan dolomit (CaCO3MgCO3). Dosis yang digunakan untuk pengapuranpada saat pembajakan adalah 2-4 ton/ha atau sekitar 200-400-gr/m2. Pengapuran diberikan pada waktu pembajakan dilakukan ataupun pada saat pembentukan bedengan kasar bersamaan dengan pemberian pupuk kandang. Pada pembentukan bedengan dosis kapur yang digunakan adalah 1,5-3,0 ton/ha atau sebanyak 150-300 gr/m2.

-Pemupukan
Pemenuhan unsur hara dari jenis pupuk terdiri dari:
a. Nitrogen (N): Urea, Za serta pupuk daun.
b. Fosfor (P): TSP dan pupuk daun.
c. Kalium (K): KCL, ZK, KNO3.
d. Kalsium (Ca): Kalsit, Dolomit dan Klorida.
e. Sulfur: ZA
f. Magnesium (Mg): Kieserit dan pupuk daun.
g. Besi (Fe): Pupuk kandang.
h. Boron (B): Pupuk kandang.
i. Tembaga (Cu): Pupuk kandang dan pupuk daun.
cara pemupukakan adalah sebagai berikut: mencampurkan 2,5 ZA + 1 Urea + 2 TSP + 1,5 KCL. Kemudian disebar merata ke bedengan penanaman. Waktu pemberian kira-kira 5-7 hari sebelum tanam.

- Pemasangan Mulsa.
Pemasangan mulsa plastik hitam-perak bertujuan untuk perlindungan, diantaranya adalah menekan perkembangbiakan hama dan penyakit tanaman, menekan pertumbuhan gulma, merangsang pertumbuahan akar, meningkatkan proses fotosintesis, mengurangi penguapan, mencegah erosi tanah, mempertahankan struktur, suhu, dan kelembapan tanah, menghemat tenaga kerja, mengurangi residu pestisida, dan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.

- Teknik Penanaman
a. Penentuan Pola Tanam
jarak tanam yang umumnya digunakan petani adalah 50-60 cm untuk jarak antar lubang dan 60-70 cm untuk jarak antar barisan.
b. Pembuatan Lubang Tanam
Pembuatan lubang tanam dilakukan dengan cara menggali tanah tepat dibagian mulsa yang telah dilubangi. Kedalaman lubang tanam kira-kira 8-10 cm. Ukuran diameter lubang disesuaikan dengan ukuran polybag agar mulsa tidak rusak, lubang dan mulsa harus lebih lebar dari ukuran polybag.
c. Cara Penanaman
Benih yang akan ditanam diseleksi terlebih dahulu agar benih yang dihasilkan benar-benar benih yang sehat bebas dari hama dan penyakit.

Hama dan Penyakit Tanaman Cabai

Hama
Hama yang menyerang akar/batang:
- ulat luthung
- nematoda
Hama yang menyerang daun:
- thrips
- bangkak
- ulat spodoptera
- kutu daun
- tungau
Hama yang menyerang Buah:
- lalat buah
- ulat buah

Penyakit
Penyakit yang disebabkan oleh cendawan:
- bercak daun
- patah ranting
- antraknosa
- busuk daun
- layu fusarium
- rebah semai
Penyakit yang disebabkan oleh Bakteri:
- layu bakteri
Penyakit yang disebabkan oleh virus:
- Mosaik virus (CMV, TEV, PVA, PVM)

Adapun obat-obat yang diperlukan misalnya: Furadan, Taldin, Demolish, Marshal, Bestox, Heksa, Raksasa, Rugby, Bion-M, Antracol, Curacron, Finsol, dll.

Read more....

Dewi Sri

Mulai tanggal 18 Juni 2009, saya pindah ke Temanggung dan membuat usaha baru di Magelang, masih seputar pertanian. Usaha kecil-kecilan bernama 'Dewi Sri', konsultasi seputar pertanian, obat-obatan pertanian, pupuk, dan saprotan.
Kenapa saya pilih magelang? Magelang termasuk daerah sayur, persaingan di sini sangat ketat, dengan tingkat konsumsi yang tinggi dan pengetahuan petani tentang pertanian yang lebih tinggi di banding daerah padi. Kenapa tidak Wonosobo sekalian? Terus terang belum siap menghadapi persaingan di sana, mungkin 6 bulan-1 tahun lagi, doakan ya....

Bagaimana dengan Gaharu dan Rudraksha di Cilacap? Masih tetap berjalan, sedikit memanfaatkan IT. Kalau mau nanya-nanya bisa lewat e-mail atau telp, gak perlu langsung ketemu kan? Kalau lewat SMS nggak akan saya balas. Kalau masalah order nggak tetap berjalan seperti biasa. Lebih dari 50% konsumen saya belum pernah ketemu langsung dengan saya.

Urusan Gaharu dan Rudraksha nggak perlu dikhawatirkan lah, kebunku juga masih di Cilacap, nggak mungkin kan dipindah dan juga tiap bulan saya ke Cilacap melakukan pengecekan kebun.

Kembali ke 'Dewi Sri', kami melayani konsultasi pertanian seputar tanaman cabai, kobis, kentang, dll. Kami juga menyediakan bibit-bibit tanaman sayur, obat-obatan pertanian, dan pupuk non subsidi dengan berbagai macam keperluan.

Kami membuka kerjasama dengan perorangan atau perusahaan di bidang pertanian, penjualan komoditas pertanian, suplay pupuk, penjualan cabai, dll.







Read more....

Pembuatan Pupuk Organik Granul

Sumber: PAGUYUBAN PEMBUAT PUPUK ORGANIK GRANUL (http://p3og.co.cc/)

Pembuatan pupuk organik granul yang dijelaskan disini adalah pembuatan pupuk organik granul yang telah kami terapan di P3OG

Bahan


Pupuk organik granul dapat dibuat dari berbagai macam bahan dasar. Bahan dasar yang dapat digunakan antara lain kompos (baik kompos daun, limbah pertanian, limbah rumah tangga, dll), humus maupun pupuk kandang. Secara khusus yang dibahas disini adalah pembuatan pupuk organik granul dengan menggunakan pupuk kandang sapi khususnya sapi selain sapi perah.

Pupuk kandang ini kemudian dikeringkan dengan menjemur atau dengan menggunakan mesin pengering. Pupuk kandang yang sudah kering ini kemudian dihaluskan. Untuk menghaluskan dapat hanya diayak dengan menggunakan pengayak pasir bangunan, ditumbuk kemudian diayak, atau digiling dengan mesin giling kemudian diayak. Hasil pengayakan ini akan sangat menentukan hasil pupuk organik granul yang akan dihasilkan. Semakin halus hasil ayakan maka granul yang dihasilkan semakin mulus. Sebaliknya jika hasil ayakan lebih kasar maka permukaan granul yang dihasilkan akan lebih kasar.

Selanjutnya ambil 85kg pupuk kandang yang sudah diayak kemudian tambahkan bahan abu 2,5kg, kalsit 2,5kg dan 10kg perekat (ini komposisi yang biasa kami gunakan). Jika diperlukan dapat pula diperkaya dengan bahan-bahan organik lainnya (misal phospat alam atau unsur hara lainnya).


Granulasi

Ada beberapa teknik granulasi yang bisa dipakai.

1. Teknologi tiwul.
Yang dimak teknologi tiwul disini adalah granulasi yang meniru pembuatan tiwul. Alat yang digunakan adalah nampan (dalam bahasa jawa tampah). Pertama, ambil campuran bahan kurang lebih 500gram. Jika terlalu banyak akan menyebabkan kesulitan dalam proses pembentukan granul. Kemudian tambahkan air secukupnya. Langkah selanjutnya adalah pembentukan granul dengan menggerakkan nampan seperti membuat tiwul (dalam bahasa jawa disebut diinter).

2. Menggunakan Molen Pengaduk Semen.
Masukkan campuran secukupnya ke dalam molen (lebih kurang 50kg). Kemudian tambahkan air sedikit demi sedikit. Penambahan air ini harus sedikit demi sedikit untuk mengurangi terjadinya penggumpalan. Jika air sudah cukup, kemudian tunggu sebentar sehingga terjadi pembentukan granul yang sempurna.

3. Pan Granulator
Pan granulator ini berbentuk piringan yang berputar. Cara kerjanya kurang lebih sama dengan menggunakan nampan.

4. Mesin Pan Granulator ukuran Besar.
Mesin ini biasanya yang digunakan pada pabrik-pabrik besar. Kapasaitas produksinya mencapai 10ton perhari.


Pengeringan

Setelah proses granulasi selesai, selanjutnya adalah tahap pengeringan. Pengeringan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu penjemuran dengan bantuan sinar matahari atau dengan mesin pengering.

Jika dengan menggunakan cara pertama yakni dengan menggunakan bantuan sinar matahari dibutuhkan waktu seharian untuk pengeringan ini. Pengeringan dengan cara in sangat bergantung pada cuaca saat pengeringan. Jika menggunakan mesin pengering (rotary dryer misalnya) maka waktu yang dibutuhkan akan lebih sedikit dan tidak tergantung dengan cuaca.

Penyortiran

Langkah selanjutnya adalah penyortiran. Penyortiran ini dimaksudkan untuk memisahkan granul-granul yang tidak sesuai ukurannya dengan kebutuhan yang diperlukan. Penyortiran ini dapat dilakukan dengan manual, yakni dengan mengamati dan memisahkan granul yang tidak sesuai ukurannya. Dapat juga menggunakan kawat kasa yang sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Biasanya ukuran untuk pupuk organik granul adalah diameter 2-5mm.


Pengepakan

Langkah selanjutnya adalah pengepakan. Pupuk organik granul yang sudah disortir selanjutnya siap dipacking dan siap dipasarkan.

Read more....

Pengaruh pH Tanah Terhadap Pertumbuhan Tanaman

Semasa pertumbuhan vegetatif, tanaman dipengaruhi oleh pH tanah (pH = tingkat keasaman). Pengukuran dan deteksi pH sangat penting karena membantu kita dalam mengambil tindakan.

Untuk menyiapkan tanah yang baik dan dapat menyerap pupuk secara optimal, diperlukan netralisasi tanah. Netralisasi bisa menggunakan campuran bahan kimia penetralisir seperti kapur dolomit dan lain-lain. Sebagian besar tanah di Indonesia bersifat asam (5.5 sampai 6), atau pH dibawah 7. Maka netralisasi tanah dilakukan dengan menaikan pH tanah mencapai pH 7 atau pH netral. Tapi pH 7 atau netral tidak selalu merupakan kondisi terbaik, ada beberapa tanaman yang tumbuh optimal di tanah yang bersifat sedikit asam atau sedikit basa.

Pengaruh tingkatan pH tanah terhadap tanaman adalah sebagai berikut:
-pH dibawah 4.5 (terlalu asam)
menyebabkan akar rusak sehingga kualitas dan jumlah panen turun. Terlihat pada saat perubahan tanaman dari fase vegetatif ke generatif.
-pH 5.5 sampai 6 (rata-rata tanah di Indonesia)
Terdapat unsur hara yang optimum untuk tanaman
-pH diatas 6
Pada tingkatan ini, tanaman akan terlalu vegetatif. Hal ini tidak berpengaruh pada kualitas buah karena berada di musim yang tidak tepat.

Menaikan atau menurunkan pH tanah juga berguna untuk pengendalian penyakit, pH tanah diubah agar tidak sesuai dengan kebutuhan pathogen, biasanya untuk tanaman umbi-umbian seperti kentang.




Read more....

Analisa Bisnis Budidaya Gaharu

Analisa biaya dan keuntungan dari budidaya pohon penghasil gaharu, pada luasan tanah 2.000 m2 (140 ubin), jangka waktu 10 tahun. Denagn jarak tanam 3 X 4 luas tanah 2.000 m2 (asumsi 50 m X 40m) cukup ideal ditanami gaharu sebanyak 180 batang. Berikut ini adalah perincian biaya dan keuntungan dari budidaya pohon penghasil gaharu:

1. Biaya
Biaya sendiri kita bedakan menjadi 3 yaitu: biaya tahap 1 (pengadaan bibit,penanaman dan perawatan di tahun pertama), biaya tahap 2 (perawatan tanaman pada tahun ke-2 sampai tahun ke-7), dan biaya tahap 3 (inokulasi dan perawatan pasca inokulasi tahun ke-8 sampai tahun ke-10).

a. Biaya tahap 1:
- pembelian bibit 180btng @ Rp.25.000 = Rp. 4.500.000
- pupuk kandang 500kg @ Rp.250 = Rp. 125.000
- pestisida (furadan,stiko,dll = Rp. 150.000
- tenaga penanaman = Rp. 50.000
- tenaga perawatan = Rp. 300.000
JUMLAH = Rp. 5.125.000


b. Biaya tahap 2:
- pupuk kandang = Rp. 750.000
- pupuk pabrik = Rp. 1.000.000
- pestisida = Rp. 900.000
- tenaga perawatan = Rp. 1.800.000
JUMLAH = Rp. 4.450.000

c. Biaya tahap 3:
- pembelian fusarium sp 180 botol @Rp.100.000= Rp. 18.000.000
- tenaga inokulan = Rp. 36.000.000
- tenaga perawatan = Rp. 1.000.000
- tenaga panen = Rp. 10.000.000
JUMLAH = Rp. 65.000.000

Jumlah a+b+c = Rp. 74.575.000

2. Penerimaan

Dengan asumsi bahwa tingkat keberhasilan inokulasi adalah 75% saja, dari 180 batang tanaman cuma menghasilkan 135 batang pohon saja yang bisa dipanen. Satu batang pohon gaharu dengan masa inokulasi 3 tahun menghasilkan rata-rata 2 kg gubal, 10 kg kemedangan, dan 20 kg abu. Sehingga total yang dihasilkan dari 135 batang adalah 270 kg gubal, 1.350 kg kemedangan, dan 2.700 kg abu.
a. gubal 270 kg @ Rp.7.000.000 = Rp.1.890.000.000
b. kemedangan 1.350 kg @ Rp.2.000.000 = Rp.2.700.000.000
c. abu 2.700 kg @ Rp.200.000 = Rp. 540.000.000

Jumlah = Rp.5.130.000.000

3. Keuntungan
Penerimaan - Biaya = Rp.5.130.000.000 - Rp. 74.575.000 = Rp.5.055.425.000

Rata-rata perpohon gaharu umur 7 tahun dengn masa inokulasi 3 tahun (tahun ke-8 sampai tahun ke-10), menghasilkan 25 juta rupiah lebih.
Jadi, dari investasi sebanyak 74 jutaan, berpotensi menghasilkan 5 milyar rupiah dalam kurun waktu 10 tahun. Seiring waktu, harga jual tanah juga meningkat. Tidak ada ruginya kan investasi di kebun?


Read more....