Dewi Sri Agro menyediakan bibit gaharu, ganitri, tanaman buah, sengon laut, dll, bibit sayuran dan saprotan, alamat jl. gerilya 68 kuripan kidul, kesugihan, cilacap.

Monday, February 20, 2012

Bibit Pepaya California bag.2

Setiap bibit pepaya california memiliki potensi menghasilkan pepaya jantan, pepaya betina, dan pepaya hemaprodit. Dimana pepaya jantan tidak menghasilkan buah sama sekali, pepaya betina menghasilkan buah bulat, dan pepaya hemaprodit menghasilkan buah lonjong (yang paling di harapkan). Bahkan dari biji kemasanpun, saya pernah dikomlen karena dari beberapa ratus pohon beberapa diantaranya berubah jadi pepaya wulung, oh em ji...

Dalam kasus berubah jadi wulung, saya tidak serta merta memposisikan saya jadi korban biji kemasan, karena mungkin saja si pemilik kambing yang kotoran kambingnya saya jadikan pupuk abis makan pepaya wulung dan bijinya dibuang dikandang kambing.

Untuk bibit betina, sepintas tidak ada bedanya dengan bibit hemaprodit, tapi kalau dilihat dengan seksama dan pembuktian dilapangan, pohon pepaya betina relatif lebih subur, demikian pula bibit. Bibit pepaya betina lebih menarik daripada bibit pepaya hemaprodit. Saya tidak membahas bibit pepaya jantan, karena saya sangat jarang menjumpainya.

Ada sebuah kelompok tani, dimana anggotanya ingin menanam pepaya kecil-kecilan antara 100-200an batang/anggota. Setelah dikoordinasi, kelompok tani itu memesan 2.000 batang (saat itu harganya masih 2.500/batang). Bibit kita drop di satu titik, dan masing-masing anggota mengambil pesananya, dalam jeda waktu 2 hari baru diambil semua. Apa yang terjadi? Tentu saja bibit yang bagus-bagus diambil dulu, dan yang jelek buat jatah anggota yang terakhir. Belakangan, anggota yang terakhir mengambil jatah bibitnya bercerita kalau semua pohonnya hemaprodit. Dari situ dapat disimpulkan, sebenarnya kita bisa membedakan bibit pepaya betina dan bibit pepaya hemaprodit

Read more....

Friday, January 20, 2012

Beli Saponin

saya membutuhkan saponin (pembasmi keong/siput sawah) sebanyak 7-8 ton, kalau anda menyediakanya silahkan hubungi saya, terima kasih.

Read more....

Friday, November 4, 2011

Bibit Pepaya California

untuk lebih memasyarakatkan budidaya pepaya california, musim tanam kali ini kami menurunkan harga bibit siap tanam, yang sebelumnya 2.000/batang menjadi 1.000/batang.
sebelumnya beberapa konsumen meragukan kualitas bibit kami yang murah, tapi setelah membuktikan bibit murah sama saja dengan bibit mahal.

selain agar lebih memasyarakat ada alasan lain kenapa kami menurunkan harga, kalau dulu saat harganya 2.000/batang bibit paling rendah ukuran 15cm baru laku, sekarang baru 5cm sudah laku.
setelah dicermati dari perputaran modalnya, lebih menguntungkan menjual bibit seharga 1.000/batang.

hal yang sangat penting dari bibit pepaya california adalah kemungkinan keluar buah lonjong. di awal kami menjual bibit, kemungkinan lonjong cuma 70%, sisanya bulat dan sebagian kecil tidak berbunga sama sekali. dengan sedikit pengalaman memilih bibit, akhirnya sekarang rata2 bibit lonjong makin naik, mencapai 90%.

masalah pemasaran, kami siap menampung tentunya jika memenuhi kuota. contoh misalnya, kami berada di cilacap tapi ada petani di tasikmalaya minta dijamin pemasaranya, bisa saja asalkan kapasitas produksinya 3-4 ton/minggu.

Read more....

Thursday, July 21, 2011

Ongkos Kirim Bibit ke Yogyakarta Murah

Salah satu kendala penjualan bibit adalah pengiriman, di mana kami harus memastikan bibit sampai tujuan kemungkinan hidup minimal 80%. Jika sekiranya itu tidak mungkin, maka kami akan menyarankan untuk order ke tempat lain saja. Untuk pengiriman, kami menggunakan jasa titip sama travel, pick-up, dan truck. Kami 'tidak suka' kirim lewat ekspedisi kiloan (TIKI, JNE, atau Pos), kami memperhatikan keselamatan bibit kami.

Dan kebetulan saja ada rekan sales obat-obatan pertanian yang kelilingannya sampai jogja, maka untuk pengiriman ke jogja (meliputi semua jalur yang di lewati antara Cilacap-Jogja) bisa lebih murah. Bayangkan saja, seumpama beli bibit gaharu 50 batang (500.000an) harus dikirim pakai pick up, untuk bensin saja tidak cukup 200rb sedangkan travel biasanya cuma mau dititipi 15 batang. Maka dengan cara ini, kami bisa mengirim ke Jogja dengan harga murah dan keselamatan bibit terjamin.

sekian

Read more....

Wednesday, July 20, 2011

Gaharu

sumber: Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Gaharu adalah kayu berwarna kehitaman dan mengandung resin khas yang dihasilkan oleh sejumlah spesies pohon dari marga Aquilaria, terutama A. malaccensis. Resin ini digunakan dalam industri wangi-wangian (parfum dan setanggi) karena berbau harum. Gaharu sejak awal era modern (2000 tahun yang lalu) telah menjadi komoditi perdagangan dari Kepulauan Nusantara ke India, Persia, Jazirah Arab, serta Afrika Timur.

Berdasarkan studi dari Ng et al. (1997), diketahui jenis-jenis berikut ini menghasilkan resin gaharu apabila terinfeksi oleh kapang gaharu :

Aquilaria subintegra, asal Thailand
Aquilaria crassna asal Malaysia, Thailand, dan Kamboja
Aquilaria malaccensis, asal Malaysia, Thailand, dan India
Aquilaria apiculina, asal Filippina
Aquilaria baillonii, asal Thailand dan Kamboja
Aquilaria baneonsis, asal Vietnam
Aquilaria beccarain, asal Indonesia
Aquilaria brachyantha, asal Malaysia
Aquilaria cumingiana, asal Indonesia dan Malaysia
Aquilaria filaria, asal China
Aquilaria grandiflora, asal China
Aquilaria hilata, asal Indonesia dan Malaysia
Aquilaria khasiana, asal India
Aquilaria microcarpa, asal Indonesia Malaysia
Aquilaria rostrata, asal Malaysia
Aquilaria sinensis, asal Cina

Proses pembentukan


Gaharu dihasilkan tanaman sebagai respon dari masuknya mikroba yang masuk ke dalam jaringan yang terluka. Luka pada tanaman berkayu dapat disebabkan secara alami karena adanya cabang dahan yang patah atau kulit terkelupas, maupun secara sengaja dengan pengeboran dan penggergajian. Masuknya mikroba ke dalam jaringan tanaman dianggap sebagai benda asing sehingga sel tanaman akan menghasilkan suatu senyawa fitoaleksin yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap penyakit atau patogen. Senyawa fitoaleksin tersebut dapat berupa resin berwarna coklat dan beraroma harum, serta menumpuk pada pembuluh xilem dan floem untuk mencegah meluasnya luka ke jaringan lain. Namun, apabila mikroba yang menginfeksi tanaman dapat mengalahkan sistem pertahanan tanaman maka gaharu tidak terbentuk dan bagian tanaman yang luka dapat membusuk. Ciri-ciri bagian tanaman yang telah menghasilkan gaharu adalah kulit batang menjadi lunak, tajuk tanaman menguning dan rontok, serta terjadi pembengkakan, pelekukan, atau penebalan pada batang dan cabang tanaman. Senyawa gaharu dapat menghasilkan aroma yang harum karena mengandung senyawa guia dienal, selina-dienone, dan selina dienol. Untuk kepentingan komersil, masyarakat mengebor batang tanaman penghasil gaharu dan memasukkan inokulum cendawan ke dalamnya. Setiap spesies pohon penghasil gaharu memiliki mikroba spesifik untuk menginduksi penghasilan gaharu dalam jumlah yang besar. Beberapa contoh cendawan yang dapat digunakan sebagai inokulum adalah Acremonium sp., Cylindrocarpon sp., Fusarium nivale, Fusarium solani, Fusarium fusariodes, Fusarium roseum, Fusarium lateritium dan Chepalosporium sp

Nilai ekonomi

Gaharu banyak diperdagangan dengan harga jual yang sangat tinggi terutama untuk gaharu dari tanaman famili Themeleaceae dengan jenis Aquilaria spp. yang dalam dunia perdangangan disebut sebagai gaharu beringin. Untuk jenis gaharu dengan nilai jual yang relatif rendah, biasanya disebut sebagai gaharu buaya. Selain ditentukan dari jenis tanaman penghasilnya, kualitas gaharu juga ditentukan oleh banyaknya kandungan resin dalam jaringan kayunya. Semakin tinggi kandungan resin di dalamnya maka harga gaharu tersebut akan semakin mahal dan begitu pula sebaliknya. Secara umum perdagangan gaharu digolongkan menjadi tiga kelas besar, yaitu gubal, kemedangan, dan abu. Gubal merupakan kayu berwarna hitam atau hitam kecoklatan dan diperoleh dari bagian pohon penghasil gaharu yang memiliki kandungan damar wangi beraroma kuat. Kemedangan adalah kayu gaharu dengan kandungan damar wangi dan aroma yang lemah serta memiliki penampakan fisik berwarna kecoklatan sampai abu-abu, memiliki serat kasar, dan kayu lunak. Kelas terakhir adalah abu gaharu yang merupakan serbuk kayu hasil pengerokan atau sisa penghancuran kayu gaharu.

Pengolahan Minyak Gaharu

Sebelum dijadikan bahan baku parfum, gaharu harus diolah terlebih dahulu untuk mendapatkan minyak dan senyawa aromatik yang terkandung di dalamnya. Sebagian kayu gaharu dapat dijual ke ahli penyulingan minyak yang biasanya menggunakan teknik distilasi uap atau air untuk mengekstraksi minyak dari kayu tersebut. Untuk mendapatkan minyak gaharu dengan distilasi air, kayu gaharu direndam dalam air kemudian dipindahkan ke dalam suatu tempat untuk menguapkan air hingga minyak yang terkandung keluar ke permukaan wadah dan senyawa aromatik yang menguap dapat dikumpulkan secara terpisah. Teknik distilasi uap menggunakan potongan gaharu yang dimasukkan ke dalam peralatan distilasi uap. Tenaga uap yang menyebabkan sel tanaman dapat terbuka dan minyak dan senyawa aromatik untuk parfum dapat keluar. Uap air akan membawa senyawa aromatik tersebut kemudian melalui tempat pendinginan yang membuatnya terkondensasi kembali menjadi cairan. Cairan yang berisi campuran air dan minyak akan dipisahkan hingga terbentuk lapisan minyak di bagian atas dan air di bawah. Salah satu metode digunakan saat ini adalah ekstraksi dengan [[superkritikal CO2]], yaitu CO2 cair yang terbentuk karena tekanan tinggi. CO2 cair berfungsi sebagai pelarut aromatik yang digunakan untuk ekstraksi minyak gaharu. Metode ini menguntungkan karena tidak terdapat residu yang tersisa, CO2 dapat dengan mudah diuapkan saat berbentuk gas pada suhu dan tekanan normal.

Konservasi

Pada tahun 1994, konvensi CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) di Amerika Serikat menetapkan bahwa pohon gaharu spesies A. malaccensis masuk ke dalam Appendix II, yaitu tanaman yang dibatasi perdangannya. Penetapan tersebut dikarenakan populasi tanaman penghasil gaharu semakin menyusut di alam yang disebabkan para pengusaha gaharu tidak dapat mengenali dengan tepat mana tanaman yang sudah mengandung gaharu dan siap dipanen. Untuk mencari pohon penghasil gaharu, para pengusaha menebang puluhan pohon yang salah (tidak menghasilkan gaharu) sehingga jumlah pohon tersebut sangat berkurang. Pada tahun 2004, Indonesia mengajukan agar semua penghasil gaharu alam yaitu genus Aquilaria dan Gyrinops dimasukkan ke dalam daftar Appendix 2 untuk membatasi perdagangannya sehingga perdagangan gaharu harus memiliki izin dari CITES dan dalam kuota tertentu. Hal ini dilakukan untuk memastikan spesies pohon gaharu alam dapat berkembang dan tersebar dengan baik.

Read more....

Jual Biji dan Bibit Gaharu Aquilaria Mallacensis





Kami menyediakan bibit gaharu Aquliaia Mallacensis dengan tinggi 60 cm up seharga Rp. 10.000/batang. kami juga melayani pemesanan biji.



Read more....